Makna “Belajar” Yang Selama Ini Sering Dilupakan

“Belajar yang rajin ya nak, biar pinter.”

“Kalau mau rangking 1 ya harus belajar yang giat.”

“Mau pinter kok nggak mau belajar. Sama saja bohong.”

“Kalau ingin hidupmu mudah, maka belajarlah.”

Siapa yang waktu sekolah dulu pernah dengar salah satu dari kalimat di atas itu? Semua yang pernah makan bangku sekolah, pasti pernah dengar kalimat-kalimat di atas. Entah itu yang ngucapin guru, pak ustad, ortu, teman, tukang siomai, atau bahkan tukang sol sepatu pun pernah mengucapkan kalimat-kalimat semacam itu.

Tapi, sebenarnya apa sih “belajar” itu ? kita disuruh belajar. Tapi nggak pernah ada yang ngasih tahu apa itu belajar. Nah, kita disuruh ngelakuin apa yang kita sendiri nggak tau. Bukankah ini suatu kejadian yang super nggak jelas. Absurd banget? –mungkin kejadian super absurd ini masih ada dan memang sengaja dilanggengkan sampai sekarang-

Continue reading

Advertisements

Olimpiade Dolanan Anak 2014

ODOLAN 2014 merupakan rangkaian perlombaan yang mengajak Komunitas Anak se-jepara dan jawa tengah untuk berkompetisi melalui berbagai permainan tradisonal dan edukatif yang dapat merangsang interaksi sosial, emosi, dan kreativitas anak.

Anak – anak adalah generasi emas di setiap sejarah. Mereka pada dasarnya adalah manusia paling merdeka, terbebas dari segala aturan karena tindak lakunya merupakan proses belajar. Meskipun begitu, melepas mereka tanpa memberi rangsangan dan motivasi juga sama halnya menjerumuskan pada destruksi sejarah yang akan datang.

Permainan tradisional sebagai sarana bagi mereka untuk mendapatkan kemerdekaan. Dolanan anak adalah kegiatan yang akan merangsang nalar mereka untuk memberikan bekal pada dirinya akan sebuah karakter mandiri, kreatif, inovatif, dan empati.

Tahun ini, Rumah Belajar Ilalang akan menyelenggarakan Olimpiade Dolanan Anak (ODOLAN) di tahun keduanya. Sebuah bentuk upaya pelestarian permainan tradisonal. Kegiatan ini juga sebagai wadah menggali potensial kreatifitas anak melalui ajang kompetisi antar komunitas Anak.

Kegiatan ini diagendakan akan diikuti oleh anak-anak yang tergabung dalam komunitas se-Kabupaten Jepara. Hal ini tidak menutup kemungkinan anak-anak yang tidak tergabung dalam komunitas apapun dapat mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Odolan diselenggarakan pada tanggal 26-27 April 2014.

Dari sekian banyak dolanan tradisional yang ada, RBI mendata beberapa dolanan yang akan memeriahkan Odolan nanti. Dolanan-dolanan tersebut dikelompokkan dalam 3 bagian, yang pertama Kompetisi Dolonan, kedua Kompetisi Ketangkasan dan Keterampilan, dan yang terakhir Dolanan dalam Tim. Berikut perincian dolanan dalam 3 kelompok tersebut.

1. Kompetisi Dolanan

a. Egrang b. Dakon c. Bekelan d. Setinan/kelereng e. Dam-daman f. Banggalan 2. Kompetisi Ketangkasan dan ketrampilan

a. Merakit mainan b. Mendongeng 3. Dolanan dalam Tim

a. Betengan b. Gobak Sodor c. Engklak d. Singkongan e. Patil lele f. Main Bakiak g. Ular Tangga Raksasa

Nah, bagi kalian yang ingin berpartispasi dalam Olimpiade Dolanan Anak 2014 ini, RBI menyediakan 3 pilihan.

1. Berpartispasi menjadi Ranger dengan datang langsung ke Sanggar RBI di Desa Kecapi Rt 14 Rw 02, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara pada hari H.

2. Berpartisipasi dalam materi dengan menyumbangkan dana ke Sanggar RBI langsung atau mengirimkannya ke Rekening RBI di Bank BNI atas nama Nabsir Susilo, No.Rek. 0328785601. Dana dikirimkan sebelum hari H.

3. Pembelian Paket Marchandise RBI yang terdiri atas sebuah kaos dan Goodie Bag. Satu paket Marchandise tersebut dapat kalian peroleh hanya dengan harga 120rb. Bagi yang berminat, bisa melakukan pemesanan terlebih dahulu hingga tanggal 21 Maret 2014.

leaflet_resize[1]

Mari lestarikan dolanan tradisional Indonesia, demi masa depan bangsa yang lebih ceria!

Trauma Healing untuk Korban Bencana Jepara

Pada postingan sebelumnya, pernah disinggung bahwa beberapa kakak Ranger RBI menjadi relawan dalam bencana banjir Jepara yang terjadi pada 20-26 Januari 2014 kemarin. Kegiatan yang mereka lakukan yaitu membagikan mainan dan memberikan Trauma Healing kepada anak-anak usia 1-15 tahun yang menjadi korban banjir dan berada di pengungsian.

Selama bencana berlangsung, Ranger-Ranger RBI ini sigap menyusuri tempat-tempat pengungsian yang terkena banjir. Di antaranya ke Desa Tahunan, Ngabul, Doran, Karang Pandan, Batu Kali, Welahan, dan Kampung Nelayan. Tidak hanya itu, mereka pun menyambangi korban bencana longsor di Desa Tempur.

Kak Hasan, Ranger yang jago mendongeng selalu siap dengan perlengkapannya, Boneka Tangan. Ketika adik-adik korban banjir ini bosan dan jenuh dengan bencana yang terjadi, Kak Hasan mampu membawa mereka tenggelam ke dalam dongeng fiksi imajinasi. Sorak gembira dan keceriaan mereka pun kembali. HORAY!!!

Selain senjata dari Kak Hasan tadi, adik-adik di sana juga diberi kejutan berupa pembagian mainan secara gratis! “Coba angkat tangan siapa yang mau mainan??” “SAYA!!! SAYA!!! SAYA KAKKKK!!!” Bisa bayangkan antusiasme mereka? Berikut foto-fotonya.

Pstt! Kegiatan kakak-kakak Ranger ini juga diliput media lho!